Kuliah di Undana, Mudah dan Berkualitas

Calon Mahasiswa Diminta Siapkan Diri
Undana Rencana Terima 6.500 Maba

Calon mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) diminta agar menyiapkan diri secara baik guna mengikuti tiga jalur, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Jalur Mandiri. Dari tiga jalur tersebut, dua jalur yakni SNMPTN dan SBMPTN bersifat nasional yang dikelola Lembaga Tes Masuk Perguruan Tingi Negeri (LTMPT), sedangkan jalur mandiri di kelola oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masing-masing.

Informasi tersebut disampaikan Wakil Rektor (Warek) Bidang Akdemik Dr. drh. Maxs U. E. Sanam. M.Sc ketika menjadi narasumber pada acara “Ngobrol Asyik” yang dihelat Tibunnews Kupang dengan tajuk Kuliah Mudah Berkualitas Penerimaan Mahasiswa Baru Undana yang dipandu Host-Jurnalis Ella Uzurasi di Lantai Dua Redaksi Pos Kupang, Kamis (18/3/2021).

Hadir pada kesempatan itu Wakil Rektor (Warek) Warek Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Ir. Jalaludin, M.Si, Warek Bidang Kemahasiswaan Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc, Warek Bidang Kerjasama dan Alumni Ir. I Wayan Mudita, M.Sc.,Ph.D dan Karoadak BAAKPSI Drs. Jimmy Benu, M.Si serta para pegawai Undana.

Dr. Maxs dalam paparannya mengaku, untuk jalur SNMPTN saat ini sudah berproses dan tengah menunggu pengumuman kelulusan tanggal 22 Maret. Jalur SNMPTN, jelas dia, dikhususkan bagi siswa SMA/MA/MK yang berada di kelas XII dengan seleksi penilaian raport. Karena itu, bagi yang belum berhasil lulus, maka bisa mengikuti Ujian Tulis Berbasis Kompetensi (UTBK) SBPMTN. “Siswa lulusan SMA/MA/SMK/sederajat tahun 2019 dan 2020 atau lulusan Paket C tahun 2019, 2020, dan 2021 harus memiliki ijazah bisa mendaftar UTBK SBMPTN dan tidak berusia lebih dari 25 tahun pada Juli mendatang,” ujarnya.

Pihaknya mengungkapkan, jalur mandiri sebagai opsi terakhir dalam penerimaan mahasiswa baru. Berdasarkan aturan Kemendikbud, jalur mandiri di serahkan kepada masing-masing PTN. Proses pendaftaran jalur mandiri, lanjutnya, dilakukan setelah tahap pengumuman akhir SBMPTN tanggal 14 Juni 2021. “Kita tidak boleh lakukan proses seleksi sebelum pengumunan SBMPTN 2021,” ujarnya.

Sementara UTBK-SBMPTN, saat ini tengah berproses. Pendaftarannya sudah dibuka sejak tanggal 15 Maret sampai 1 April. “Nanti ujiannya ada dua gelombang, yakni tahap pertama dimulai tanggal 12 sampai 18 April dan gelombang kedua tanggal 26 April hingga 2 Mei 2021. Ujiannya dilakukan dua kali, pagi dan siang setiap hari selama seminggu,” jelasnya.

Untuk mendaftar SNMPTN dan SBMPTN, jelas dia, calon mahasiswa bisa mengaksesnya pada halaman ini. Syaratnya, mahasiswa harus memiliki akun LPMPT sebelumnya. Pihaknya sangat menyayangkan calon mahasiswa yang belum membuat akun di LPMPT, karena sudah ditutup 12 Maret lalu. Kendati demikian, ungkap dia, masih ada opsi terakhir yakni jalur mandiri.

Undana Rencana Terima 6500 Maba

Terkait dengan kuota, tahun ini Undana berencana menerima 6500 mahasiswa baru (maba), yang terbagi dalam tiga jalur masuk. Berdasarkan aturan Kemendikbud, ungkap Dr.Maxs Sanam, kuota jalur SNMPTN minimal 20 persen, SBMPTN 40 persen dan Jalur Mandiri 30 persen. “Khusus untuk SNMPTN dan SBMPTN sifatnya minimum, sehinga jumlahnya boleh lebih, sementara seleksi mandiri tidak boleh lebih dari 30 persen. Jadi porsi terbesar ada pada Jalur SBMPTN,” paparnya.

Terkait dengan biaya pendaftaran, jelasnya, tahun ini lebih mudah dibanding dua tahun sebelumnya. “Sebelumnya daftar SBMPTN dan UTBK dibayar masing-masing, tetapi sekarang dibayar sekali saja,” ungkapnya sembari menambahkan, jika calon mahasiswa memilih Saintek, maka akan membayar Rp 200 ribu, begitupun dengan Soshum. Tetapi, jika memilih Saintek dan Soshum (campuran), maka akan membayar Rp 300 ribu.

Ruang Kelas

Terkait dengan ketersediaan ruang kelas, ungkap Warek II, Ir. Jalaludin, M.Si, justru di masa pandemic ini sebagai sebuah berkat tersembunyi (blessing in disguise), karena seluruh pembelajaran dilakukan secara daring dari sebelumnya metode delivery pembelajaran secara konvensional (tatap muka). “Kalau bicara kapasitas kelas bisa, tatapi standar nasional masih mensyaratkan rasio jumlah mahasiswa dan dosen. Dari segi kapasitas yang Undana miliki, maka rasio tersebut tidak bermasalah bagi Undana,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat ini 30 persen dari total mahasiswa Undana merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Selain itu, terdapat sumber-sumber beasiswa lain yang bisa dijangkau mahasiswa. Untuk itu, pihaknya meminta calon mahasiswa nanti bisa meningkatkan kompetensi akademik maupun prestasi non akademik agar mudah mendapatkan beasiswa.

Dikatakannya, Undana memiliki pengajar yang sudah berkompeten di berbagai bidang, Semua pengajar minimal bergelar magister, 30 persen pengajar sudah doktor dan terdapat 17 orang Guru Besar atau Profesor yang siap mendidik mahasiswa. Undana, sambung Dr. Maxs Sanam, saat ini memiliki 47 Program Studi (Prodi) yang tersebar di 11 fakultas di lingkungan Undana.

Biaya Kuliah

Terkait biaya kuliah, ungkap Dr.Maxs Sanam, Undana menggunakan kategori 1 sampai 7 dengan mengelompokkan penghasilan orangtua/wali. Pada kategori satu dan dua bisa berkisar Rp 500 ribu- Rp 1 juta. Tetapi dari kategori tiga sampai tujuh bervariasi, begitupun dengan biaya di setiap Prodi. “Misalnya di FKIP kisarannya maksimal Rp. 4 juta. Tapi kalau di Kedokteran Umum, maka level tujuh jatuh di Rp 20 juta, selanjutnya Kedokteran Hewan Rp 9 juta,” ujarnya sembari mengaku Undana sangat komit mentaati peraturan Kementerian dengan berbasis pada penghasilan orangtua.

SMMU

Khusus untuk jalur mandiri, di Undana disebut Seleksi Mandiri Masuk Undana (SMMU). Ia mengaku, tahun lalu Undana tidak mengadakan tes tulis, tetapi dengan menilai portofolio calon mahasiswa disertai prestasi-prestasi akademik. “Kalau mendapat bobot besar, maka peluang diterima di Undana daripada mereka yang biasa2 saja. Nanti kita akan segera membahas bentuk ujiannya pada SMMU, termasuk jadwalnya yang jelas setelah 1 Juni 2021,” katanya.

Di akhir diskusi tersebut, mantan Dekan FKH Undana tersebut meminta para calon mahasiswa agar memiliki semangat belajar untuk menghadapi UTBK-SBMPTN maupun SMMU nanti. “Jangan berpikir tidak kenal siapa-siapa di Undana lalu tidak lulus,” ujarnya sembari menambahkan Undana merupakan lembaga pendidikan yang mengedepankan prestasi dan kualitas. “Jika anda mendapat nilai terbaik saat ujian, maka anda pasti diterima di Undana,” ungkapnya. [rfl/ds]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *