SMKN 4 Kupang Teken MoU dengan Fakultas Sains dan Teknik Undana

KUPANG, RANAKANEWS.com- Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd melakukan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama dengan Dekan Fakultas Sains dan Teknik Undana Kupang, Dr.Heri Leo Sianturi, M. Si dan dihadiri juga oleh Wakil Dekan I, Wakil Dekan II dan Koordinator program studi Teknik Pembuatan Tenun Ikat, Kepala Tata Usaha serta sejumlah Staf Fakultas Sains dan Teknik Undana Kupang. Kolaborasi Riset Terapan Pewarna Alami Tenun Ikat dilaksanakan di ruang seminar Fakultas Sains dan Teknik Undana Kupang, Senin 15/3/2022).

Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd menerangkan salah satu program studi yakni prodi tenun bahwa SMKN 4 Kupang juga miliki salah satu kompetensi keahlian kriya tekstil  yang didalamnya ada muatan kompetensi tenun.

“SMKN 4 Kupang mempunyai  kerinduan, bagaimana mewujudkan sebuah riset senter atau pusat penelitian, tapi karena sumber daya sangat terbatas, satu-satunya cara untuk mewujudkan mimpi tersebut adalah melakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memilikik kompetensi, yaitu di Fakultas Sains dan Teknik khususnya di prodi tenun Ikat Undana Kupang,” tutur Semi Ndolu.

Lebih jauh Ketua MKKS SMK Kota Kupang ini mengatakan, SMKN 4 Kupang mencoba merebut Program Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah pengabdian pada masyarakat yang dimiliki oleh Fakultas Sains dan Tehnik.

Dirinya mengharapkan agar ke depan dapat melakukan kolaborasi bersama tidak saja soal penelitian tentang warna, tetapi mencoba untuk mematenkannya di Kementerian Hukum dan Ham.

“Dan juga melakukan kolaborasi terkait pelibatan guru dan juga siswa bersama dosen untuk bersama- sama melakukan kegiatan-kegiatan pengembangan di bidang sains bagi siswa kami dimasa pandemi ini, sekiranya semangat kita tetap ada untuk memberikan kontribusi yang terbaik bagi kualitas pendidikan kita di Nusa Tenggara Timur (NTT),” pintanya.

Sementara itu Dekan Fakultas Sains dan Teknik Undana, Dr. Heri Leo Sianturi, M.Si menyambut baik Kepala SMKN 4 Kupang.

Dikatakannya bahwa pola pikirnya adalah bagaimana caranya mempertahankan dan mengembangkan tenun ikat yang ada di NTT yang merupakan cikal bakal yang nantinya menjadi tenun ikat yang memprakarasi motif nusantara.

Potensi motif atau tenun ikat yang ada di NTT sangat banyak dan beragam dan semua itu mempunyai filosofi didasarkan pada kearifan lokal atau suku dan budaya masing- masing kabupaten, kecamatan, desa yang ada di NTT.

“Tentu ini merupakan kekayaan yang luar biasa. Tenun ikat jauh lebih berharga dan juga bisa dikembangakan dalam hal mempertahankan budaya dan juga dari sisi komeresial kedepannya,” akui Dekan Hery Leo Sianturi.

Fakultas Sains dan Teknik Undana melakukan terobosan dalam penelitian contohnya tentang pewarnaan. “Bagaimana kita menggunakan tumbuhan sebagai dasar pembuatan warna di tenun ikat, dan juga melakukan sistim disain digital untuk motif tersebut sehingga kualitas dari motif yang ada di masyarakat NTT jauh lebih baik,” terang Hery Sianturi.

“Dari perguruan tinggi berusaha untuk bisa berkolaborasi dengan siapapun dan dimana pun dalam rangka mengembangkan tenun ikat,” ungkapnya.

Dirinya juga mengharapkan agar kolaborasi atau kerjasama ini dapat menguntungkan kepada masyarakat NTT yang melaksanakan atau berkecimpung dalam tenun ikat.

“Tentunya dari perguruan tinggi atau dari sekolah tidak bisa bekerja sendiri- sendiri tetapi dibutuhkan sentuhan masyarakat juga pemerintah bersama-sama sehingga apa yang diharapkan masyarakat bisa tercapai kemudian hari,” ungkap orang nomor satu di Fakultas Sains dan Teknik Undana Kupang. (YT/Thildis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *