Undana Sosialisasi Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Universitas Nusa Cendana (Undana) mulai melakukan sosialisasi pertukaran mahasiswa merdeka angkatan pertama. Sosialisasi yang dipandu Dr. Jefry Bale, M. Eng tersebut dihadiri Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, Warek Bidang Kemahasiswaan Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc, Warek Bidang Kerjasama Ir. I Wayan Mudita, M. Si., Ph. D, para pimpinan fakultas, prodi dan dosen di lingkungan Undana.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc menyebut sosialisasi itu merupakan bagian dari merdeka belajar yang suda menjadi kontrak pimpinan Undana dengan Mendikbud. Karena itu, ia berharap para dosen agar melakukan pendaftaran dalam program tersebut. “Waktu kita sudah sangat mepet. Kita diminda mendaftar pada program ini, salah satu persyaratannya harus dosen yang memiliki NIDN. Kendati program itu akan dieksekusi pada semester ganjil 2021/2022, tetapi proses pendaftarannya dimulai dari sekarang,” ujarnya ketika membuka kegiatan sosialisasi tersebut di Auditorium Undana, Jumat (32/4/2021).

“Nanti kita juga ada dua kelompok tim dosen; dosen yang mengambil mata kuliah dan dosen yang terlibat dalam program khusus yang terkait dengan kebhinekaan nusantara,” ujar Dr. Maxs menambahkan.

Kendati program itu akan dieksekusi pada semester ganjil 2021/2022, tetapi proses pendaftarannya dimulai dari sekarang.

Tujuan kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, papar Dr. Maxs, mahasiswa akan belajar selama tiga semester di luar program studi. Hal itu guna meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, serta menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian. “Program-program experiential learning dengan jalur yang fleksibel diharapkan akan dapat memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensinya sesuai dengan passion dan bakatnya,” ungkapnya.

Mantan Dekan FKH ini menjelaskan, terdapat beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh mahasiswa maupun perguruan tinggi (PT) diantaranya, sebagai berikut: Pertama, mahasiswa berasal dari Prodi yang terakreditasi. Kedua, mahasiswa aktif yang terdaftar pada PDDikti. Sementara, PT diharapkan untuk mengembangkan dan memfasilitasi pelaksanaan program Merdeka Belajar dengan membuat panduan akademik. Program-program yang dilaksanakan hendaknya disusun dan disepakati bersama antara perguruan tinggi dengan mitra. “Program Merdeka Belajar dapat berupa program nasional yang telah disiapkan oleh Kementerian maupun program yang disiapkan oleh perguruan tinggi yang didaftarkan pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi,” jelasnya.

Peran PT

Dalam pelaksanaan Merdeka Belakar, PT memiliki peran sebagaimana Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, maka PT wajib memfasilitasi hak bagi mahasiswa (dapat diambil atau tidak) untuk: Pertama, dapat mengambil SKS di luar perguruan tinggi paling lama 2 semester atau setara dengan 40 SKS. Kedua, dapat mengambil SKS di program studi yang berbeda di perguruan tinggi yang sama sebanyak 1 semester atau setara dengan 20 SKS. “Selain itu, PT menyusun kebijakan/pedoman akademik untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran di luar prodi dan membuat dokumen kerja sama (MoU/SPK) dengan mitra,” ujarnya.

Peran Fakultas dan Prodi

Peran fakultas dalam kegiata Merdeka Belajar, yakni: Pertama, menyiapkan fasilitasi daftar mata kuliah tingkat fakultas yang bisa diambil mahasiswa lintas prodi. Kedua, menyiapkan dokumen kerja sama (MoU/SPK) dengan mitra yang relevan. Sementara peran Prodi, yakni: Pertama, menyusun atau menyesuaikan kurikulum dengan model implementasi kampus merdeka. Kedua, memfasilitasi mahasiswa yang akan mengambil pembelajaran lintas prodi dalam Perguruan Tinggi. Keempat, menawarkan mata kuliah yang bisa diambil oleh mahasiswa di luar prodi dan luar Perguruan Tinggi beserta persyaratannya. Keempat, melakukan ekuivalensi mata kuliah dengan kegiatan pembelajaran luar prodi dan luar Perguruan Tinggi. Keliman, jika ada mata kuliah/SKS yang belum terpenuhi dari kegiatan pembelajaran luar prodi dan luar Perguruan Tinggi, disiapkan alternatif mata kuliah daring.

Peran Mahasiswa dan Mitra

Selain itu, dalam program ini mahasiswa memiliki peran, yakni: Pertama, mmerencanakan bersama Dosen Pembimbing Akademik mengenai program mata kuliah/program yang akan diambil di luar prodi. Kedua, mendaftar program kegiatan luar prodi. Ketiga, melengkapi persyaratan kegiatan luar prodi, termasuk mengikuti seleksi bila ada. Keempat, mengikuti program kegiatan luar prodi sesuai dengan ketentuan pedoman akademik yang ada. Sementara peran mitra, yaitu membuat dokumen kerja sama (MoU/SPK) bersama perguruan tinggi/fakultas/ program studi dan melaksanakan program kegiatan luar prodi sesuai dengan ketentuan yang ada dalam dokumen kerja sama (MoU/SPK) (rfl).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *